Indonesia Larang Ekspor Nikel, Bahan Baku Utama Baterei Mobil Listrik, Eropa Meradang

Saat ini Indonesia sedang berencana untuk membatasa eskpor nikel, salah satu bahan logam yang menjadi komponen penting dalam industri otomotif saat ini. Indonesia sendiri adalah eskportir terbesar ke-5 dan punya cadangan nikel terbesae di dunia.

Namun rencana yang akan diterapkan tahun depan ini akan digugat oleh Asosiasi Produsen Baja Eropa atau EUROFER ke Komisi Eropa ke World Trade Organization (WTO) terhadap pembatasan ekspor bijih nikel yang dilakukan Indonesia.

Keputusan itu diambil pemerintah Indonesia, akhir Oktober 2019. Saat itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengumumkan larangan ekspor nikel per 1 Januari 2020. Beberapa hari kemudian, ia beberapa kali mengumpulkan para pengusaha tambang nikel. Mereka pun sepakat, bijih nikel yang selama ini diekspor, akan diolah di smelter dalam negeri.

Baca Juga:   Mobil Listrik Makin Laris di Amerika, Di Indonesia Pelopornya Dipenjara

Indonesia saat ini menjadi negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Rencana ini dituding oleh Uni Eropa sebagai upaya menimbun cadangan nikel untuk meningkatkan daya saing industri baja anti karat dalam negeri.

Nikel itu apa sih?
Pertama nikel digunakan sebagai lapisan Stainless Steel anti karat besi. Hampir semua body mobil membutuhkan anti karat agar tidak mudah keropos.

Kedua, Nikel adalah bahan dasar utama dari baterai nickel metal hydride (NMH) yang digunakan pada kendaraan listrik.
sekitar 80% NMH menggunakan komponen nikel.

Baterai NMH adalah baterai terbaik untuk kendaraan listrik, karena Tesla sudah mengujinya. Kini baterai jenis NMH terbesar diproduksi oleh China, nikelnya dari Indonesia, cobalt dan lithium dari Afrika Barat.

Baca Juga:   Mau Jual Motor Lama Untuk Beli Motor Baru? Denger dulu petuah Orang China

Nah coba bayangkan, saat ini negara-negara kaya minyak jadi incaran negara adidaya untuk diperangi dan dikuasai karena saat ini minyak adalah sumber energi bagi mayoritas alat transportasi.

Jika nanti kendaraan listrik booming, maka negara yg kaya nikel harus siap-siap jika tidak ingin senasib dengan negara kaya minyak yang lemah dan mudah diadu domba.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan