Proses Mutasi Keluar Kendaraan Masih Ribet, Emang Sengaja Dibikin Gitu Kali ya?

Mutasi kendaraan atau proses pindah plat nomor polisi kendaraan dari satu daerah ke daerah lain ternyata masih ribet sob. Bahkan di Jawa Timur prosesnya ternyata malah makin ruwet, padahal mutasinya masih dalam 1 propinsi dari Plat S ke Plat AE.

Pertama gesek no.mesin dan rangka motor, terus ambil berkas, terus ke Polres untuk ambil berkas KI BPKB, balik lagi ke Samsat, isi formulir, serahin berkas ke loket, bayar biaya cabut berkas, lalu nunggu 30hari untuk ngambil berkas lagi. Saya datang jam 8.30 menyelesaikan semua proses di atas jam 11.30.

Entahlah! di era internet broadband sekarang ini, pelayanan kantor bersama samsat itu kok kayak mandeg, seperti enggak ada upaya untuk mengikuti perkembangan zaman memanfaatkan teknologi.

Paradigma-nya masih memilih ngabisin duit milyaran untuk bangun gedung buat menyimpan berkas arsip secara fisik daripada menyimpan dalam bentuk file yang pasti lebih menghemat gedung.

60 lembar halaman jika discan kemudian dijadikan file .Jpeg dengan resolusi 1.3MP ukuranya file cuma 0,5MB. 0,5MB x 60 = 30MB. sangat kecil sekali. Untuk berkas asli, biarkan disimpan pemilik kendaraan bermotor sebagaimana faktur pembelian.

Baca Juga:   Honda CBR 250RR Menyapa Jogja di Kustomfest 2016

Yaa cuman sekedar kritikan. Kan namamya
Kantor bersama Samsat = Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat). Harusnya data kendaraan itu berada dalam 1 server bersama dalam bentuk file.

Saat hampir ini semuanya sudah serba elektronik, ambil contoh beberapa inovasi lembaga negara perusahaan berikut ini:

1. Jalan Tol pakai e-toll, dulu mungkin terlihat mustahil sekarang jadi normal. Cukup tap kartu sudah ketahuan dari mana masuknya, berapa biaya dan saldo terpotong otomatis.

2. Buka rekeing di Bank sekarang tanpa perlu datang ke Bank, cukup lewat aplikasi HP. Padahal ini urusan duit lho. Bukti Masyarakat sudah enggak gaptek dan percaya teknologi. Demikian juga dengan Fintech.

3. Sistem pemetaan tanah berbasis satelit dari Kantor Pertanahan disebit Jaringan Referensi Satelit Pertanahan/JRSP. Petugas ukur gak perlu lagi capek2 ngolor meteran sudah tinggal tancep alat kelihatan nanti peta tanah di lokasi secara komplit.

4. SIM Online, sekarang bikin sim sudah bisa online se-Indonesia tanpa harus datang ke kantor penerbit SIM asal.

Baca Juga:   Kawasaki W175 Resmi Dirilis, Harga 30Juta Mesin Karburator¬†

5. e-billing pajak. Dulu bayar pajak NPWP itu harus pakai formulir SSP rangkap lima halaman, sekarang cukup nunjukkan kode e-billing pajak selesai urusanya. Bayar terus beres cukup lapor SPT tahunan.

Nahh apa enggak bisa kantor samsat itu berinovasi online gitu?

Kantor Samsat sendiri terdiri dari:
1. Unsur Dinas Pendapatan Provinsi yg menampung pajak kendaraan.
2. Satlantas Polri yang berwenang soal legalitas STNK dan BPKB
3. Pihak Bank penampung pembayaran PNBP / Pendapatan Negara Bukan Pajak seperti duit STNk, BPKP dan Nopol.

Saya yakin, jika kantor bersama samsat mau berinovasi dan mempermudah pelayanan melalui teknologi online. Pasti tunggakan pajak kendaraan akan berkurang.

Mempemudah aneka prosedur pajak kendaraan tentu muaranya pada pendapatan negara yang meningkat.

Tapi kalau prosedurnya tetap njlimet. Banyak masarakat yang males bayar pajak dan muaranya menyuburkan praktek “Calo” karena memang faktanya prosedur mutasi kendaraan yg ribet tersebut hanya bisa dikerjakan seorang pengangguran. Kalau orang kantoran/pekerja maka ya harus siap mbolos.

roda2blog di sosial media