Mahasiswa Gugat MK, Minta Ortu Dipenjara Jika Ngasih Motor Ke Anak

Pengendara motor di bawah umur sudah jadi masalah pelik di jalan raya. Karena mereka ini bisa menyebabkan celaka orang lain. Hal ini mendorong sejumlah mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Sahid (Usahid) Jakarta mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut masuk ke MK, pada Senin (3/3/2020). Adapun nama Mahasiswa yang menggugat adalah Novan Lailathul Rizky, Indah Aprilia, Carotama Rusdiyan, Anidya Octavia Khoirunisa dan Munawir. Dengan kuasa hukum Viktor Santoso Tandiasa dan Yohanes Mahatma Pambudianto.

Obyek yang ingin direvisi adalah pasal 311 ayat 2, 3, 4, dan 5 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Mereka ingin agar orang tua yang membiarkan, memberikan atau meminjamkan sepeda motor pada anak di bawah umur dikenai pidana.

Baca Juga:   Presiden Yamaha Indonesia Jadi Man of The Year Industri Motor Indonesia 2018

Gugatan ini terhadap kata ‘perbuatan’ sepanjang dimaknai “Dalam hal ‘perbuatan’ dilakukan oleh pengemudi anak di bawah umur, pertanggungjawaban pidana juga dikenakan terhadap orang yang membiarkan memberikan atau meminjamkan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur,”

“Pemohon kerap mengalami keadaan yang mengancam keamanan dan keselamatan jiwa, akibat anak di bawah umur yang mengendarai motor di jalan,” ujar pemohon dalam berkas permohonan.

Pengajuan ini juga karena didasari dari pengalaman para pemohon yang jadi korban celaka karena perilaku bocah naik motor.

“Peran orang tua tidak lepas dari anak di bawah umur yang mengendarai motor di jalan. Orang tua atau pemilik motor dengan sengaja memberikan atau meminjamkan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur,” ujarnya.

Baca Juga:   GP Aragon: Makin terbukti pengaruh Rossi ke YAMAHA

Para pemohon menilai, kecelakaan yang diakibatkan pengendara di bawah umur bisa dicegah. Yaitu dengan cara pemberian sanksi pidana yang mengancam pemilik motor, atau yang dengan sengaja memberikan dan atau meminjamkan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur.

Dalam Petitumnya, para mahasiswa ini meminta MK menyatakan Pasal 311 UULLAJ tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai:

Dalam hal ‘perbuatan’ dilakukan oleh pengemudi anak di bawah umur, pertanggungjawaban pidana juga dikenakan terhadap orang yang membiarkan memberikan atau meminjamkan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur,

roda2blog di sosial media