Diskriminasi, Warga Luar Kota Dilarang Balapan di Sirkuit Kota Madiun

Netizen di kawasan Eks. Karesidenan Madiun kembali heboh, setelah hoax bakso tikus kali ini karena aturan nyeleneh dari petugas DLLAJ yang melarang warga Non-Madiun kota latihan balap di Sirkuit Bantaran Kota Madiun.

Kabar tersebut kali pertama diunggah akun FB Pipit Haryanto pada Hari Minggu 18.10.

Menurut pengakuanya, saat itu dia dan tim sedang berlatih balapan lalu didatangi oleh petugas DLLAJ (Dinas Lalu Lintas dan Arah Jalan) setelah selesai. Para petugas mengatakan bahwa sirkuit hanya boleh digunakan warga kota Madiun, warga luar daerah dilarang menggunakanya.

Petugas juga mengaku bahwa mereka mendapat perintah langsung dari Walikota Madiun. Waduhh…

Berikut ini kutipan status FB Pipit.

5 tahun berjalan saya biasa latihan di taman bantaran ((sircuit bantaran madiun))
tapi gak tau kenapa hari ini ada beberapa bapak” DLLAJ mendatangi saya dan memberi himbauan kepada saya untuk tidak lailtihan lagi disini,,
dan yg diperbolekan latihan hanya khusus dari warga madiun kota,, untuk kota” selain madiun kota dilarang latihan disini…berbeda dengan kota lain seperti solo,jogjakarta,boyolali,blitar sangat terbuka untuk dari luar kota masing”..
saya belum tau maksud bapak” DLLAJ tadi yg katanya PERINTAH dari bapak Walikota madiun,,
kami hanya ingin tau maksud dan tujuan Bapak Walikota madiun dan ingin kejelesan yg se jelasยฒnya…
terimakasih…๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Waduh, kalau kayak gini, berarti semua fasilitas di kota Madiun juga dikhususkan aja pak buat warga kota-nya aja. Mulai dari taman Malioboro, alun-alun, stadion, Masjid Agung.

Baca Juga:   Tips Ngeblog Wordpress.com #5: Pilih Blog Aktif atau Pasif?, ada lho Blog Pasif dengan 40.000 views/hari

Sumber dana APBD kota Madiun itu 80%-nya masih uang dari Pemerintah Pusat yang artinya uang milik seluruh rakyat Indonesia, bukan uang warga kota Madiun aja.

Fasilitas Umum dibangun untuk menjadi daya tarik kota, menarik warga daerah lain untuk berkunjung ke kota Madiun.

Dalam kunjunganya mereka datang, beli rokok, beli makananan dll dari toko-toko di Kota Madiun. Dari situ ekonomi bergerak, menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Madiun melalui pajak yang dipungut ke toko.

Pendapatan warga kota Madiun juga bertambah karena warga daerah lain berkunjung, menggunakan fasilitas Kota dan belanja ke kota Madiun.

Di Hari Minggu, coba perhatikan Sunday Market, Pasar Minggu Joyo atau Car Free Day Taman semua pengunjung 70-80% adalah orang luar kota Madiun. Terus itu pejabat juga mau teriak-teriakk “bubar, sunday market hanya khusus warga kota Madiun aja”. lha pora maleh sepii mampring.

Baca Juga:   Galery Foto Honda All New CBR150 2016

Semoga segera ada jawaban dari Pak Walikota Madiun, saya yakin kebijakan ini bukan dari Walikota Madiun yang saat ini sedang giat menarik kunjungan wisatawan ke kota Madiun sebagai kota Transit.

Ingat pak DLLAJ, pengguna sirkuit dari luar daerah itu juga termasuk wisatawan, mereka punya duit untuk “nglarisi” toko-toko variasi motor di sepanjang Jl.Cokroaminoto dan Pasar Joyo. Lalu dari bos-bos pemilik toko itu kalian pungut pajaknya untuk mbangun kota Madiun.

Video areial view Sirkuit Kota Madiun

roda2blog di sosial media