Pemerintah Akan Kurangi Kualitas Ban Truk Biar Mudah Pecah Kalau OverLoad

Untuk mengatasi truk Over Dimension Over Loading (ODOL) atau truk yang kapasiatas muatanya melebihi beban yang seharusnya diizinkan. Pemerintah melalui kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan mengurangi kualitas ban truk.

Pernyataan itu disampaikan oleh Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub),

“Saya sudah komunikasi dengan asosiasi ban dan casis, memang disampaikan oleh para asosiasi bahwa ban kita memang yang paling kuat,” ujar Budi di Jakarta, Senin (9/3).

Ban truk buatan Indonesia diklaim Budi sengaja dibuat sangat kuat agar mampu menahan beban yg banyak biarpun melebihi muatan. Bahkan diklaimnya sebagai yang terkuat di dunia.

Mengatasi hal tersebut, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk coba menurunkan kualitas produksi ban. Tujuanya agar tidak ada lagi truk yang muatanya melebihi beban yang seharusnya.

Baca Juga:   Makai Honda CBR250RR Standar Pabrikan,¬†Gerry Salim Lanjutkan Dominasi di Kelas AP250 ARRC 2017

“Jadi kalau truk hanya muat untuk 30 ton saja, kalau lebih dari itu bannya akan pecah,” tukas Budi.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit, menilai keberadaan kendaraan berlebih muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan tol dapat merugikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) hingga Rp1 triliun per tahun.

Menurut perhitungannya, tiap BUJT biasanya mendapat keuntungan sekitar Rp12 triliun. Dengan begitu, kehadiran truk kelebihan muatan di jalan tol dapat memotong pendapatan 1 bulan laba pada tiap perseroan.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan