Rombongan Gowes Arogan Sama Dengan Moge dan Namex, Gitu Kali Ya?

10 tahun yang lalu, Mbah Dukun Sattar (blogger indobikermags) sudah memperingatkan akan perilaku klub sepeda pancal atau goweser di Jalan raya yang nantinya bisa dianggap sama arroganya dengan rombongan klub motor gede (moge) atau bahkan Namex.

Kejadian di Semarang pada minggu (15/03/2020) menjadi viral di media sosial. Sebuah truk yang tengah parkir bongkar muat di Semarang dimintai uang ganti rugi 200rb. Karena salah satu goweser jatuh terkena terpalnya.

Padahal kalau dilihat dari posisi parkir truknya tidak salah. Sopir truk juga sudah ngasih cone penanda kalau truk sedang parkir. Lokasi tempat parkir truk juga tidak ada rambu larangan parkir atau larangan berhenti jadi memang boleh parkir.

Baca Juga:   Musim Banjir, Begini Cara Modifikasi Motornya Biar Bisa Berenang

Efek dari kejadian tersebut adalah penghobi gowes jadi banyak dibully. Jadinya digeneralisir.

Ada netizen yang berkomentar, bahwa kadang mereka terganggu dengan banyaknya goweser yang mengambil jalur cepat dengan formasi lebih dari 2 banjar atau malah tanpa formasi.

Ada juga yg komen, sering nemuin pesepeda yang lawan arah atau melanggar lampu merah.

Sumber foto: bodats.wordpress.com link

Harap kejadian di Semarang ini menjadi koreksi bagi rombongan gowes ataupun yang gowes solo di jalan raya. Agar jangan melanggar lalu lintas, lawan arah ataupun berbanjar memenuhi badan jalan.

Emang sih dalam UU Lalu Lintas Pesepeda dan pejalan kaki mendapat prioritas dibanding pengguna jalan lain tapi bukan berarti boleh seenaknya di jalan raya.

Baca Juga:   Profil Pembalap M Hassan Yang Dilempar Karung di Race Bondowoso

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan