ODP dan PDP Virus Corona Harusnya Dikarantina Di Asrama Haji

Di Indonesia Virus Corona bukanya diperangi terus diputus siklus hidupnya dengan tindakan tegas tapi malah cuma diawasi saja. Istilahnya ada dua, Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baik ODP maupun PDP hanya di karantina di rumah, bebas lepas mau kemana dan ngapain aja. Di Depok, PDP positif corona jalan-jalan, naik MRT, KRL dan Bus.

Di Solo, PDP Positif Corona malah rewang manten dan pergi ke pasar, Jiann edyann tenann.

Kebijakan pada warga yang diambil cuma Social Distansing, yang justru malah merugikan rakyat kecil.

– Ojek Online Sepi.
– Pedagang Kaki Lima di dekat kampus atau Sekolahan atau tempat wisata jadi sepi.
– Pedagang keliling juga sepi
– Pasien Corona makin bertambah
– Perawat dan dokter banyak yang kena Corona
– Pasar Tradisional disemprot terus ditutup 3 hari, pora mikir sek bakul mangan opo.

Baca Juga:   Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Transportasi Liburan

Pemerintah harusnya tegas. Orang yang statusnya ODP dan PDP segera dijemput, di karantina di Asrama Haji. Di jaga ketat TNI/Polri kalau perlu sekeliling komplek Asrama Haji dikasih ranjau.

Selama karantina, Diberi makan minum 3 kali sehari, diberi fasilitas layaknya hotel berbintang, Free Wifi dan Snack, Laundry gratis standar rumah sakit.

Dan yang utama selama karantina diberi uang saku 75ribu/hari.

Komplek Asrama Haji Madiun. Foto: wismahaji-kotamadiun.blogspot.com

Kenapa harus Asrama Haji. Komplek bangunan ini ada di setiap provinsi dan sedang nganggur tidak digunakan karena bukan musim haji.

Kondisi asrama juga manusiawi karena ada halaman yang cukup luas juga kalau sekedar buat jogging atau jalan-jalan ngusir penat selama karantina.

Contoh kamar di dalam asrama haji Kota Madiun. Foto:wismahaji-kotamadiun.blogspot.com

Jika Asrama haji kurang, masih banyak gedung/bangunan lain milik pemerintah yang nganggur, ambil Contoh di Ponorogo ada Gedung Batik dan Seni Reyog. Yang selesai dibangun dengan 28 milyar yang sampai sekarang juga masih nganggur.

Baca Juga:   Terminal Bus Giwangan Jogja, Contoh Bangunan Salah Desain dari Terminal Jadi Gedung Hantu

Biaya untuk karantina seperti ini masih lebih murah daripada membeli obat Cloroquin atau Avigan jutaan butir yang khasiat dan efek sampingnya aja masih dipertanyakan.

Ingat pesan leluhur kita,
Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Mumpung angka jumlah ODP dan PDP masih dibawah ratusan di tiap provinsi.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan