Wabah Covid-19: Penguasa Harus Hati-Hati Sama Massa Ojek Online

Ditengah ketidakpastian kebijakan dari pemerintah dalam menghadai virus Corona atau Covid-19, terutama soal penundaan cicilan dan penurunan bunga pinjaman. Saat ini penguasa dan elit politik harusnya sudah mulai khawatir terhadap kekuatan massa organisasi Ojek Online dan potensi kemarahanya.

Saat ini yang paling banyak dirugikan dari kebijakan lockdown setengah-setengah ini adalah pekerja harian, pedagang kecil dan ojek online dan lain-lain.

Jika pada 1998, yang bergerak menjadi gerbong perubahan adalah massa Mahasiswa. Maka pada 2020 ini potensi itu ada pada massa Ojek Online.

Selama ini ada jargon “ayo diijoin” “ijoin aja” yang menjadi ajakan bagi massa ojol untuk berkumpul, menghimpun kekuatan massa, lalu kumpulan massa itu menghantam sasaran yang dianggap sebagai lawan bersama.

Baca Juga:   Ajaib Sob, Warung Ini Tidak Melayani Pemotor yang Kenalpotnya Bising

Enggak usah jauh-jauh, kasus kerusahan antara Massa Ojol melawan Debt Collector di Jogja Februari 2020, adalah bukti nyatanya. Hanya melalui seruan WA saja, ribuan massa Ojol dari Jogja dan Jawa Tengah sukses menghimpun kekuatan untuk melawan Debt Collector.

Itu membuktikan bahwa mereka mampu memobilisasi massa yang lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan Mahasiswa. Serta lebih militan dan solid.

Coba bayangin jika kumpulan massa Ojol yang sudah budrek dikejar cicilan motor, mikir pendapatan yang gak cukup untuk bayar kontrakan, buat makan sehari aja susah. Lalu mereka berkumpul menagih janji surga dari pemerintah yang gak terealisasi.

Efeknya bisa ngeri. Kumpulan ribuan massa yang sudah dipenuhi emosi, karena tertekan cicilan sekaligus kesal karena dibohongi …. Boomm … jadilah anarki , kejadian kerusuhan massa 1998 bisa terjadi.

Baca Juga:   Suzuki dan Yamaha sudah, Honda Kapan Merespon Keluhan Konsumen?

Apalagi jika kumpulan massa ojol mendapat support dari golongan pekerja harian, masyarakat pedagang kaki lima dan warga kelas bawah lainya. Efeknya ngerii mas broo.

Kalau gak oercaya betapa menderitanya sopir Ojol saat ini, silahkan simak video berikut ini

roda2blog di sosial media

1 Komentar

  1. lockdown total orang nggak bisa makan walau punya uang. Mau beli di mana? Warung tutup, toko tutup. bisa beli apa kalau pabriknya pada tutup?

    Anarki pasti akan terjadi karena pastinya jadi banyak orang nggak bisa makan, baik karena nggak bisa beli atau nggak punya uang untuk beli.

Tinggalkan Balasan