Salah Satu Syarat Dapat Keringanan Cicilan, Harus Positif Corona

Presiden Jokowi minggu lalu berjanji akan memberikan kelonggaran atau relaksasi kredit kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang penghasilannya terdampak wabah virus corona (Covid-19). Terutama cicilan hutang bagi tukang ojek, nelayan, petani, buruh dan semua yang terdampak karena virus ini.

Namun janji Presiden itu diralat oleh Juru Bicaranya, Fadjroel Rachman, dikutip dari kumparan,com:
Ada beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku jika debitur ingin mendapatkan keringanan membayar cicilan kredit.

Pertama, bank yang diwajibkan merelaksasi pinjaman debitur UMKM yang terkendala cicilan dan pelunasan adalah bank umum konvensional (BUK), bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) bank, bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS). Perusahaan leasing seperti Adira, FIF, Wom dkk gak termasuk dong?

Baca Juga:   Pidato 10 November Bung Tomo

Kedua, ada tujuh industri utama yang diprioritaskan dalam bantuan stimulus restrukturisasi kredit dari bank, yaitu antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan.

Ketiga, prioritas bantuan berdasarkan Peraturan OJK tersebut adalah pelaku UMKM yang sudah tidak mampu lagi mengangsur bunga dan pokok pinjamannya karena terdampak Covid-19.

Keempat, restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset, boleh dilakukan dengan beberapa cara yaitu, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan dan konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Kelima, debitur juga baru mendapatkan relaksasi setelah melalui tiga proses. Ketiga proses tersebut yaitu debitur wajib mengajukan restrukturisasi ke bank secara online.

Baca Juga:   6 Pelajar Hilang Diterjang Banjir Bandang di Madiun

Kemudian, bank akan melakukan assessment untuk menentukan debitur terdampak/tidak terdampak, baik langsung atau tidak langsung, didasari historis pembiayaan dan kondisi terkini lainnya. Selanjutnya bank memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur dari hasil analisa.

Berat juga ya gaes. Dan berdasarkan syarat di atas kok untuk perusahaan leasing kendaraan bermotor enggak ada ya? apa emang gak termasuk? jadi tetap nyicil seperti biasa? entahlahh.

roda2blog di sosial media