Beli Sepeda Polygon itu Enggak Akan Rugi

Sepeda merek Polygon itu emang fenomenal. Buatan dalam negeri tapi soal kualitas emang mentereng.Jumlah produksi lebih sedikit dibanding permintaan.Membeli sepeda Polygon itu sudah seperti membeli emas, dimana kalau dijual lagi tidak rugi. Selain harga jual bekasnya yang stabil dijualnya pun juga gampang dan mudah.Berikut ini penyebab Beli Sepeda Polygon sama kayak beli emas. Dan tulisan ini hanya berlaku untuk produk flagship Polygon yang harganya di atas 5 juta rupiah.1. Jumlah produksi lebih sedikit dibanding permintaan.
2. Harga part sepeda tiap tahun naik
3. Versi terbaru bukan berarti lebih baik padahal harga naik.
4. Harga sepeda terus naik.
5. Kualitas teruji dan jaminan garansi.Oke kita bahas satu persatu:1. Jumlah produksi lebih sedikit dibanding permintaan.
Secara nasional, di Indonesia, tiap tahun permintaan pasar pada produk sepeda mencapai 1 juta unit, sedangkan pabrik sepeda di Indonesia hanya mampu bikin sepeda 400ribu/tahun.Sebagai merek paling digemari, ini yang bikin produk sepeda Polygon baru kadang susah dicarinya. Karena paling poll, datang, dipajang 1-2 hari sudah terjual. Sedangkan produksi sepeda gowes lebih lama dibandingkan produksi sepeda motor.2. Harga spare part selalu naik tiap tahun.
Apalagi klo dolar naik. Ambil contoh Shimano, yang kelas flaghship (Alivio, Deore dan XT) hampir semuanya impor karena pabriknya di Malaysia, Filipina dan Jepang. Sedangkan pabrik Shimano di Indonesia hanya memproduksi seri biasa seperti Tourney dan reel alat memancing ikan.3. Versi terbaru belum tentu lebih baik.
Polygon Xtrada 5 tahun 2020 lebih jelek sparepart-nya dibanding Polygon Xtrada 5 tahun 2017 dan 2018.Kalau dilihat desain cat-nya, okelah Xtrada 2020 lebih keren. Tapi coba lihat ke bagian Crankset dan Rem-nya. Pakai Shimano Altus yang kelasnya jauh dibawah Shimano Alivio.Padahal Polygon Xtrada 5 tahun 2017 dan 2018 semua sparepartnya memakai Shimano Alivio. Dari rem, crankset sampai FD. Shimano Alivio harga 2 kali lipat dari Shimano Altus. Desain juga lebih bagus.Polygon Xtrada 5 tahun 2020 harganya 5,6juta. Sedangkan Polygon Xtrada 5 tahun 2017-2018 harga bekas dikisaran 4,5 -4,7 juta dulu barunya di harga 5 jutaan.Tentu soal rasa masih enak Polygon Xtrada 5 tahun 2017-2018 walau bekas, semua spare part memakai Shinamo Alivio yang lebih keren dan lebih nyaman digowes.

Xtrada 5 2018 spek lebih bagus dibanding Xtrada 5 2020
4. Harga terus naik tiap tahun.
Beda dengan Handphone, tiap tahun harga sepeda Polygon terus naik terutama menyesuaikan dengan kurs Dollar. Harga spare part Shimano juga sama tiap tahun juga terus naik.Ambil Contoh Polygon Xtrada 4 tahun 2012. Dulu harga barunya dibandrol hanya 3,4 juta saja. Sekarang harga bekasnya di kisaran 2,7 sampai 3,000,000.Untung atau rugi 800-500ribu itu tergantung pada perpektif mana? anggap saja kerugian itu adalah biaya sewa selama menggunakanya. maka bisa jadi untung.Bandingkan dengan sepeda motor. Ambil contoh Yamaha Mio atau Honda Beat tahun 2012. Harga barunya kisaran 14 jutaan. Dijual sekarang tahun 2020 paling lakunya tinggal 8-9jutaan. Rugi hampir separuhnya 7jutaan.Atau ambil contoh Polygon Xtrada 5 tahun 2018. Dulu barunya 5,3 – 5,4 juta jika dijual sekarang, harga bekasnya di kisaran 4,7 juta. Banyak yang nyari karena spek-nya yg lebih bagus dibanding Xtrada 2020. Malah bisa naik ke angka 5jutaan.Kalau beli bekas, malah bisa untung sekali.5. Kualitas teruji.
Polygon sebenarnya hanya memproduksi rangka atau frame saja. Kemudian melengkapinya dengan berbagai parti seperti Ban, Stang, Stem, Groupsrt dll dari perusahaan lain pembuatnya seperti Entity, Zoom, Suntour, Shimano dll.Frame buatan Polygon emang sudah teruji awet, rigid dan kualitas welding/las-lasan benar jempolan. Beda dengan mereka lain, yang pada bagian las-lasan ditutupi dempul, konsumen patut curiga tuh pada kualitas weldingnya.Karena kualitasnya emang bagus dan awet, saat dijual lagi pun, banyak yang siap membeli.Apalagi soal cat. Warna cat sepeda Polygon ini seperti tidak luntur walau sudah bertahun-tahun dipakai.Polygon Dirty 24 tahun 2010. Padahal saat saya beli, sepeda bekas ini lama tak terpakai, sangat buluk, penuh debu dan sarang laba-laba.Cuman dimandiin aja udah kuinclong.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

  1. Pengalaman beli sepeda poligon dari tahun 1996 Alhamdulillah masih awet, cuma ganti akhwat rem, ban dalam dan luar plus cat yang udah kusam

Tinggalkan Balasan