Cegah Penularan Covid, WHO Anjurkan Warga Untuk Bersepeda

Badan Kesehatan Dunia atau (WHO) menganjurkan warga masyarakat untuk bersepeda dan berjalan kaki selama pandemi corona ini terus berlangsung. Anjuran itu dirilis WHO dalam merilis panduan teknis tentang beraktivitas selama pandemi coronavirus.

Anjuran untuk bersepeda dan berjalan kaki tersebut dikeluarkan oleh kantor WHO di Eropa. Menurut WHO, dua jenis aktivitas ini bisa dijadikan pilihan untuk memenuhi standar minimun aktifitas harian selama lockdown di rumah aja. Namun harus tetap menjaga jarak.

“Jika bisa, pertimbangkan untuk bersepeda atau berjalan kaki,” tulis WHO dalam panduan teknisnya.

Meskipun menganjurkan bersepeda atau berlari, WHO tetap menghimbau agar warga tetap mematuhi Pemerintah untuk tetap di rumah saja. Dan hanya boleh keluar rumah untuk sesuatu yang sangat penting.

Baca Juga:   Yamaha Civante Sepeda Listrik Seharga 50 Juta Rupiah

Sedangkan untuk warga yang pilek, batuk dan sakit ditenggorokan diharuskan untuk tetap di rumah saja sampai gejala itu sembuh, jangan beraktifitas di luar rumah.

Anjuran naik sepeda dan jalan kaki dari WHO. Sumber: WHO

Minat warga di seluruh dunia untuk bersepeda memang naik selama pandemi Corona ini. Di Scotlandia, angka orang bersepeda naik hingga 100%. Kota Milan di Italia bahkan sedang mempertimbangkan untuk membatasi mobil dan memberikan jalur khusus bersepeda setelah pandemi ini usai.

Untuk memenuhi kebutuhan warga yang ingin beli sepeda, Asosiasi Industri Sepeda Eropa (CONEBI) mendesak lebih banyak negara di Eropa untuk membiarkan toko sepeda tetap buka. Mereka mencatat bahwa toko sepeda sudah dibuka kembali di Austria pada 14 April, dan di Jerman pada 20 April. Sedangkan Denmark, Belanda dan Inggris telah mengizinkan bengkel sepeda beroperasi lagi.

Baca Juga:   Kenalan Sama Sepeda MTB Merek Patrol

Berita dari WHO ini sekaligus juga untuk menepis berita hoax di sosmed yang berasal dari Jurgen Thoelen, aktivis Belgia, yang menyebut bahwa bersepeda dan lari bisa menularkan covid bahkan berpotensi jadi super spreader yang banyak viral di media sosial di Indonesia. Padahal Jurgen Thoelen menulis tentang jarak aman bersepeda dan lari, bukan tentang melarang lari dan bersepeda.

Tulisan Juergen Thoelen yang banyak disalah artikan sebagai larangan bersepeda, padahal yang dibahas adalah jarak aman bersepeda antara satu dengan yang lainya.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan