Takut Covid-19, Mini Cooper SE Ganti Velg dari Corona Spoke Jadi Power Spoke

Mini Cooper SE. Foto: Automobilemag.com

Di tengah pandemi virus Corona, produsen mobil Mini membuat keputusan untuk mengganti pelek mobil elektriknya, Mini Cooper SE dari Corona Spoke menjadi Power Spoke. Mini tidak mau produknya disangkut-pautkan dengan nama virus yang tengah bikin dunia geger tersebut.

Dikutip dari Rushlane, Mini Cooper SE Power Spoke dirancang dengan tampilan dan rasa yang futuristis. Selain itu, mobil ini juga mengalami pembaruan dengan telah diuji untuk aerodinamika.

Ini bukan pertama kalinya sebuah perusahaan otomotif mengganti nama produknya. Mobil terlaris Tata – Tiago, awalnya bernama Zica. Kemudian namanya diubah lantaran terdengar seperti virus Zika.

Mini Cooper SE adalah produk mobil listrik pertama buatan MINI, mesinya menggunakan teknologi BMW i3, secara body sih masih mirip plek dengan Mini Cooper biasa, ya itu tadi, cuma Swap engine aja pakai punya-nya BMW i3. Mini dibeli oleh BMW sekitar tahun 2000an.

Baca Juga:   Hyundai Akan Bangun Pabrik Mobil di Indonesia, Pusat Produksi Untuk Kawasan ASEAN

MINI Cooper SE mendapatkan respon positif di Eropa dan Amerika Serikat. Mobil ini kali pertama dikenalkan pad tahun 2009 dengan nama MINI-E.

Dengan spesifikasi baterai lithium-ion 32,6 kWh berbentuk T yang diletakkan di lantai mobil. Mobil ini mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 184 Tk dan torsi maksimum 270 Nm

Kisaran jangkauan rata-rata mobil ini 235 hingga 270km, tergantung mode yang dipilih. Kisaran ini cukup sederhana dibandingkan dengan mobil listrik lainnya yang biasa kisarannya mencapai 400-500 km.

Jangkauan mungkin bukan masalah bagi pengguna Mini Cooper SE di pasar AS, karena MINI telah menyiapkan lebih dari 19.000 lokasi pengisian daya publik. Selain itu, baterai dapat diisi hingga 80% dalam waktu 36 menit menggunakan pengisi daya cepat 50 kW DC. Dengan pengisian selama satu jam, baterai dapat mencapai 100 persen.

Baca Juga:   Polisi Siapkan Alat Penghancur Motor dan Mobil Yang Telat Bayar Pajak

Saat menggunakan listrik rumah, baterai dapat diisi hingga 80% dalam waktu 3,2 jam.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan