5 Sebab Penjualan Sepeda Akan Menggerus Penjualan Motor

Setelah era Covid-19, produsen sepeda motor benar-benar harus waspada dengan tren masarakat membeli sepeda. Karena ini bisa mengalihkan perhatian warga, daripada beli motor mending tetap “ngopeni” motor lama, uangnya buat beli sepeda atau nyicil sepeda.

Lho Kok bisa? oke berikut ini 5 alasanya:

1. Produksi terbatas, peminat tinggi.
Sebelum booming sepeda di era covid-19, jumlah permintaan sepeda di Indonesia mencapai 1juta unit /tahun sedangkan kapasitas produksi produsen sepeda di Indonesia hanya 700ribu unit/tahun.

Jadi, enggak heran kalau di era covid-19 sekarang susah banget nyari sepeda baru yang diidamkan karena produksi tidak seimbang dengan permintaan.

2. Kredit Yang Lebih Mudah dan Murah.
Kredit sepeda lebih mudah, hanya setor KTP dan SIM udah beres. Bunganya cicilan juga lebih murah, untuk sepeda di atas 5 juta bahkan bunga hanya 1%/tahun.

Baca Juga:   Kando, Pesan Khusus Ulang Tahun Yamaha ke-65
Outlet rodalink Madiun sampai kosong kehabisan stock.

3. Minim Perawatan, lebih awet dan harga jual tetap tinggi.

Menyimpan uang dalam bentuk sepeda lebih bijak dibanding dalam bentuk motor. Selain minim perawatan, bahan frame sepeda dari aluminium Alloy jadi anti karat dan korosi.

Harga jual tetap tinggi, karena tiap tahun untuk seri yang sama, selain ganti striping warna juga ganti desain dan diproduksi dengan jumlah terbatas.

4. Kesadaran Biar Sehat.
Sehat itu penting. Olahraga sepeda juga jauh dari emosi karena tidak ada kompetisi menang kalah.

Misal nih dibandingin Tenis, Badminton apalagi Sepakbola atau Voli. Bisa ribut sama teman hanya gara-gara handsball enggak mau ngaku.

5. Harga Motor Baru Yang Gak Masuk Akal.
Sepeda motor udah venar-benar enggak bisa dijadikan barang “jaga” atau untuk dijual jika sewaktu-waktu butuh, ini karena harga jual motor baru yang mahal dan harga motor bekas yang jatuh poll.

Baca Juga:   3 Upgrade Sepeda MTB Yang Paling Utama, Jangan Sampai Salah Pilih

Ambil contoh nih, Honda Vario 125 harga barunya di kisaran 21jutaan. Sedangkan harga bekasnya hanya 16jutaan setelah satu tahun pakai.

Bandingkan kalau dibelikan Sepeda, ambil contoh Polygon Siskui D7, harga baru kisaran 14juta dijual juga masih laku 12,5juta setelah satu tahun pakai.

Jadi jika motor lama masib dipakai, dan punya uang atau rencana buat ganti baru, mending dipikir lagi dehh.

Nyesekk lihat perbandingan harga motor baru dan motor bekas jaman sekarang. Jatuhnya poll kebangeten.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan