Booming Sepeda Mulai Reda, Harga Normal Kembali

Booming sepeda di Indonesia yang dimulai setelah lebaran sekarang mulai mereda. Bengkel-bengkel sepeda mulai normal lagi, tidak terlihat antrian yang panjang.

Stok sepeda baru di toko sepeda dan diler sepeda exclusive juga mulai banyak lagi.

Yang paling terasa, suasana rombongan anak remaja gowes di hari biasa mulai sepi. Hari sabtu juga normal lagi, kalau hari minggu masih terasa ramai sih.

Sudah enggak ada lagi yang gowes malam hari berombongan di hari biasa.

Suasana pergowesan akan semakin sepi saat beberapa sekolah sudah memulai membuka kelas tatap muka lagi.

Di arena jual beli, harga-harga sepeda bekas juga mulai turun dibawah harga sepeda baru. Apalagi kalau yang Butuh Uang banget.

Di pasar sepeda rakitan, seperti minion, banyak yang ngrakit untuk niat dijual lagi, harga juga turun drastis, peminat makin sedikit. dengan harga 700ribuan sekarang sudah dapat minion yang siap mejeng.

Baca Juga:   SmartHalo, Asisten Digital Untuk Pengendara Sepeda

Onderdil sepeda juga sudah mulai banyak, tidak lagi langka. Contoh fork merek XCM, harga normalnya 600ribuan sekarang juga dijual segitu, dulu sih pas booming bisa 1jutaan.

Jadi ya siap-siap aja buat para penimbun barang, baik spare part ataupun sepeda fullbike. Terutama yang niat inden beli sepeda untuk dijual lagi dengan harga tinggi.

Ambil contoh Xtrada 6 2020, harga pricelist pabrik 6,8juta. Sekarang jika dijual lebih dari 7juta enggak bakal laku.

Sama halnya Polygon Xtrada 5 Limited Edition harga HET dari Pabrik 5,8juta. Banyak yang beli untuk dijual lagi dengan harga 7jutaan jaman booming. Sekarang, dijual 6 juta juga susah.

Booming karena THR, sekarang duit habis juga sepeda.

Baca Juga:   Daftar Lengkap Harga Sepeda Lipat Pacific dan United

Booming sepeda terjadi setelah lebaran, saat sebagian orang mendapat THR. Karena lebaran tahun ini enggak ada mudik, liburan atau anjang sana.

Duit THR sisa banyak, terutama karena enggak bikin angpao salam tempel. Walhasil banyak yang menggunakan duit THR buat beli sepeda karena ikut-ikutan.

Duit THR habis dan ternyata terkena dampak PHK. Ada yang dirumahkan, dikurangi gaji, omset menurut,bayar sekolah anak. Nah mulai bingung, akhirnya sepeda dijual lagi buat mencukupi kebutuhan.

Dan penyebab utamanya seperti biasa. sudah tradisi. Orang yang mencoba-coba gowes paling poll hanya 3 bulan terus kemudian akan bosen. Males gowes terus dijual sepedanya.

 

 

roda2blog di sosial media

2 Komentar

Tinggalkan Balasan