Bahaya Limbah Mobil Listrik, Mau Diapakan di Indonesia?

Tren mobil listrik sudah mulai booming di tanah air. Salah satu yang gencar dipromosiin adalah polusinya yang katanya lebih sedikit dibanding mobil berbahan bakar minyak. Apa iya demikian?

Salah satu hal yang perlu disorot dari kendaraan listrik adalah batereinya. Bagaimana jika sudah mati dan tidak layak pakai?

Jika baterei ponsel, okelah banyak yang membuangnya aja sembarangan di sungai atau tempat sampah. Nah jika baterei mobil yang gede itu? mau diapain? ngolahnya begimina? tingkat bahaya gimana?

Baterai mengandung berbagai macam logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium dan kadmium.

Jika baterai ini dibuang sembarangan maka logam berat yang terkandung di dalamnya akan mencemari air tanah penduduk dan membahayakan kesehatan.

Baca Juga:   Kenapa Lokasi Lubang Tanki BBM Tidak Sama, Ada yang kanan ada Yang Kiri?

Di Indonesia ini, pusat pengolahan limbah baterei ponsel aja susah ditemuin, atau mungkin malah belum ada. Terus begimana dengan limbah baterei mobil yang segede gaban?

Bahaya Limbah Baterei Bagi Lingkungan dan Manusia.

Limbah baterai tidak hanya menyebabkan polusi tetapi juga membahayakan sumber daya alam karena mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang menjadi sumber daya baterai, seperti timah, merkuri, nikel, kadmium, lithium, perak, seng dan mangan

Dalam aksi mikroorganisme, merkuri anorganik bisa diubah menjadi methylmercury, berkumpul dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi manusia. Methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan menyebabkan kematian.

Baca Juga:   KBA Solo Ikut Melestarikan Wayang Kulit Untuk Pendidikan Moral Bangsa

Sedangkan kadmium baterai dapat mengkontaminasi tanah dan air, yang akhirnya masuk ke tubuh manusia menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, juga dapat menyebabkan tulang lunak atau kecacatan tulang berat.

Selain itu, kadmium dapat menyebabkan keracunan kronis dan menjadi faktor menyebabkan emfisema (penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara di paru-paru), osteomalasia (pelunakan tulang), anemia (kurang darah), juga membuat kelumpuhan pada tubuh manusia.

Jika sudah begini limbah baterei dari kendaraan listrik bisa sama bahayanya dengan polusi dari asap kendaraan berbahan bakar fosil.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan