Harga Sepeda Lipat Anjlok Bukti Polygon Memang Benar

Booming sepeda gowes mulai mereda, terutama sepeda lipat. Yup, saat booming kemarin, sepeda paling laris dan banyak dicari adalah tipe sepeda lipat.

Penyebabnya? Apalagi kalau bukan karena artis atau publik figure pamer sepeda lipat Brompton. Karena enggak mungkin harganya kebeli, akhirnya ya milih lah sepeda lipat apa aja asal bisa ngrasain memiliki sepeda lipat.

Nah, produsen sepeda yang paling kenceng gas poll memproduksi jenis sepeda lipat adalah Pacific. Bahkan seri Norris sampai dibuat banyak tipenya dari ban ukuran 16 sampai 22. Brand lainya yg banyak bikin sepeda lipat adalah element dan United.

Ketiga Brand ini bikin produk sepeda lipat secara ugal-ugalan. Mulai dari model lipat dua (double folding) sampai lipat tiga (triple fold) ala ala Brompton.

Baca Juga:   Peduli Covid-19, Rider MASCOT Bagikan Masker Saat Gowes Malam

Efeknya, diler toko sepeda yang menjual sepeda lipa overstok, tren menurun, bingung mau dijual ke siapa karena pembeli sudah jarang.

Sedangkan merek yang paling “ogah-ogahan” bikin sepeda lipat yaa siapa lagi kalau bukan Polygon. Brand satu ini hanya punya satu line up sepeda lipat yaitu Urbano. Itupun cuma ada seri 4 dan 5 dengan ukuran ban 20 dan model lipat dua (double fold).

Dari dulu Polygon emang paling males bikin sepeda lipat dan belum pernah bikin sepeda lipat model ala-ala Brompton yg lipat tiga.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Polygon memilih untuk memasarkan sepeda lipat buatan produsen lainya, seperti Tern dan Dahon.

Menurut bocoran, alasanya sih simpel. Untuk bisa mendapatkan setelan sepeda lipat yang nyaman butuh riset yg lebih lama dan spare part yg rumit dibandingkan sepeda model MTB XC atau Roadbike.

Baca Juga:   Kecanduan Sepeda Lagi

Yang kedua, saat booming sepeda kemarin. Polygon tidak terjebak untuk membanjiri produk sepeda memanfaatkan aji mumpung. Mereka tetap berproduksi seperti biasanya sesuai timeline tradisi Polygon.

Dan ini menjadi bukti kejeniusan manajemen Polygon dalam menyelamatkan rantai distribusi sepedanya. Agar tidak ada toko/agen yang overstok. Karena dalam dunia bisnis, overstock barang lebih menakutkan daripada overdemand.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan