Dominasi Motor Italia di Arena MotoGP, Sekarang Lebih Mudah Ketemu Motor Vespa Baru Di Jalan Raya

Saat ini, lebih mudah menemui motor Vespa baru di jalan raya daripada motor Suzuki baru. Sinyal bahaya buat motor-motor matik 150cc buatan Yamaha dan Honda yang harganya beda tipis dengan motor produksi Vespa dan Aprilia. Arena MotoGP bisa menaikkan gengsi dan pejualan motor Italia di Indonesia.

Ducati terus meningkatkan kehadirannya di MotoGP sejak pertama kali muncul di kejuaraan dunia dengan Loris Capirossi dan Troy Bayliss pada tahun 2003. Pada tahun 2006, telah memperluas kehadirannya menjadi empat unit, dengan D’Antin Pramac sebagai pengguna motor. Ini mengamankan lima tim pada tahun 2009 dengan Sete Gibernau dan Francisco Hernando Group. Penandatanganan Valentino Rossi untuk 2011 berarti jumlah itu naik menjadi enam: dua motor tim pabrikan, dua motor satelit dari Pramac, satu dari Aspar dan satu dari Cardion AB. Lalu pada 2016 menjadi delapan motor, dengan Pramac sebagai struktur satelit, dan Aspar dan Avintia sebagai pelanggan.

Rumus yang digunakan Ducati untuk melayani tim-tim lain yang ingin menggunakan motornya cukup sederhana. Bergantung pada anggaran perusahaan dan kapasitas produksi, tim yang paling banyak berinvestasi dan memiliki ikatan terdekat menerima motor prototipe yang lebih canggih. Mereka yang berinvestasi lebih sedikit harus puas dengan sepeda dari satu atau bahkan dua musim sebelumnya.

Baca Juga:   Walau Masih Mesin Jadul 150, HONDA ADV150 Terpilih Jadi Motor Resmi Sirkuit Mandalika

Musim 2022 total ada 8 motor Ducati di starting grid MotoGP. Honda ada 5, Yamaha ada 4, Suzuki ada 2, Aprilia ada 2 dan KTM ada 4. Total pabrikan Jepang cuma ada 11 biji sedang merek non Jepang ada 14 biji, lebih banyak.

Selama ini MotoGP di Indonesia identik dengan Yamaha karena menjadi sponsor siaran langsung di televisi gratisan. Honda sebagai penjual motor terlaris di Indonesia juga gak mau kalah, mereka juga ikut menghadirkan “hype” motoGP melalui livery Repsol Honda di motor-motor produksinya.

Dengan dominasi Ducati, perang fans boy Honda dan Yamaha jadi berkurang. Apalagi ketika Suzuki bisa menjadi jawara MotoGP. Anggapan bahwa motor Honda dan Yamaha itu superior karena berjaya di MotoGP langsung rontok.

Filosofi “race on sunday, sale on monday” (balapan di hari minggu lalu jualann di hari senin) runtuh.

Baca Juga:   Espargaro: Kemenangan Ini Lebih Penting Bagi Aprilia Karena Saya Sudah Tua

Ditambah lagi musim ini Aprilia juga ikutan moncer. Ini menjadi semacam arena edukasi bagi masyarakat Indonesia bahwa sepeda motor keren itu bukan cuma buatan Jepang, buatan Italia juga keren.

Walhasil saat ini, lebih mudah menemui motor Vespa baru di jalan raya daripada motor Suzuki baru. Sinyal bahaya buat motor-motor matik 150cc buatan Yamaha dan Honda yang harganya beda tipis dengan motor produksi Vespa dan Aprilia. Arena MotoGP bisa menaikkan gengsi dan pejualan motor Italia di Indonesia.

Sebagai konsumen, dengan harga yang mirip (36jutaan) antara Honda PCX 160, Yamaha Nmax 155 dan Vespa LX125 tentu saya milih Vespa LX125. Ekslusifnya dapet, dan memang lebih keren.

Terutama jika Ducati mau merilis motor dengan harga 40 jutaan, dijamin laris manis.

Kawasaki? aura Ninja sudah memudar. Jika enggak segera ikutan MotoGP,ya siap-siap aja menyusul Suzuki ke jurang kepunahan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan